Feature Ad (728)

Thursday, July 26, 2007

Doa - Cerita Sekolah Minggu

10:59 AM

Doa
Tujuan Pelajaran :
- Anak-anak menyadari pentingnya berdoa
- Anak-anak dapat melakukan doa secara terus menerus tanpa paksaan

Firman Tuhan
Lukas 11 : 1-13

Ayat Hafalan
Lukas 11 : 9

Kata Kunci
Mintalah… Carilah… Ketuklah.

Yel-Yel
Doa ? Gaya hidupku…

Pendahuluan
( Sebuah cerita sederhana untuk mencairkan suasana)
Tok, tok. (siapa disana ?) Andi. (Andi siapa ?) selamat datang !
Tok, tok. (siapa disana ?) kano. (Kano siapa ?) Kano keluar dan bermain ?
Tok, tok. (siapa disana ?) Boo. (Boo siapa ?) mengapa kamu menangis ?
Tok, tok. (siapa disana ?) Tank. (Tank siapa ?) Tank kamu akan bahagia karena ini adalah akhir dari “tok”, “tok”an ku.

Sekarang saya memiliki tebakan untuk kalian. Apakah kamu tahu bagaimana sebuah tok, tok seperti sebuah doa ? jika kamu tidak melakukan tok, tok, tidak akan sesuatu yang terjadi. Apa yang saya maksudkan ? saya akan menjelaskan.
Cerita Firman
Satu hari Yesus mengajar kepada murid-muridNya bagaimana untuk berdoa. Dia berkata, "Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti, sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya; masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara. Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya oleh karena itu Aku berkata kepadamu: mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu akan dibukakan
Yesus mencoba untuk membuat murid-muridNya mengerti, dan Dia ingin kita juga mengerti, bahwa ketika kita meminta di dalam Bapa, kita menerima. Ketika kita mencari Allah, kita akan menemukanNya. Ketika kita mengetuk, Allah akan membukakan pintu.
Tok, Tok. Siapa disana ? Allah disini --- dan Dia menjawab doa ! dan itulah mengapa kita harus berdoa sebagaimana Yesus ajarkan kepada kita
Epilog
“Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu. Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kamipun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan."

Cerita Aplikasi
(Cerita Aplikasi ini membantu untuk kelanjutan cerita)

Nats Firman : Lukas 18:1
(Ketika Yesus berkata kepada murid-murid-Nya sebuah perumpaman untuk menunjukkan kepada murid-murid bagaimana mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. )
Pernahkah kamu meminta sesuatu yang sangat kamu inginkan ? kemudian kamu meminta kepada papa dan mama mu dan kemudian memaksanya secara terus menerus sampai mereka berkata “iya ?” mungkin hal itu adalah mainan yang sangat bagus, sebuah binatang peliharaan, atau sebuah sepeda baru. Jika hal-hal itu sungguh-sungguh kamu butuhkan, kamu mungkin akan terus mengingatkan, secara terus menerus.
Suatu ketika ada seorang anak kecil yang mencari perangkat alat musik apapun yang dapat dimainkan dalam band sekolah. Anak ini pulang kerumah dari sekolah satu harinya dan berkata kepada orang tua nya jika mereka harus membelikan kepadanya seperangkat alat musik dan dia akan memakainya untuk bermain dalam band sekolah. Kemudian, orang tuanya tidak mengatakan ia dan mereka tidak juga mengatakan tidak. Mereka berkata, “kami akan memikirkan tentang itu.
Setelah beberapa hari dan orangtua anak itu tetap tidak mengatakan sesuatu, anak itu kembali bertanya. Orang tua anak itu tetap tidak mengatakan ia atau mereka tidak menagatakan tidak. Mereka mengatakan, “kami akan tetap memikirkan tentang hal itu.”
Di hari lain dalam perjalanan pulangnya dari sekolah, anak itu memutuskan untuk berhenti di sebuah toko musik untuk melihat alat musik-alat musik. Ketika dia berjalan dalam toko, pikiran pertamanya adalah matanya tidak akan terlepas dari sebuah keindahan alat-alat musik, dan ketika itu matanya begitu tertuju kepada sebuah terompet yang berkilau dan itu bukan hanya terlihat baru, tetapi itu menjadi sangat bagus dan itu terlihat sangat keren dengan sarung kulit buaya palsunya. Itulah hal yang sangat dia inginkan.
Malam itu ketika mereka makan bersama anak itu berkata kepada orangtuanya, “saya pergi ke toko musik hari ini sesudah pulang sekolah dan toko itu memiliki trompet yang sangat baik untuk digunakan. Itu sangat tepat dengan apa yang sangat kuinginkan dan itu hanya berharga 900 ribu .” ayah anak itu berkata kepada istrinya “saya lelah kita mungkin lebih baik pergi untuk melihat trompet itu dan kita dapat menghentikan permohonannya itu.” Hari berikutnya, anak laki-laki itu pergi ke toko musik dengan orang tuanya dan mereka membelikan dia trompet itu.
Anak itu bergabung dengan band musik disekolahnya – dan dia tetap bermain dengan terompetnya itu. Dia memainkan dalam bandnya di sepanjang SMAnya dan ketika dia lulus dari SMA nya, dia melanjutkan menuju perguruan tinggi dan dia mengambil bidang musik. Sesudah lulus dari kuliahnya, dia menjadi seorang guru musik.
Sebuah perbedaan hidupnya dimulai ketika orangtuanya memberikannya sebuah alat musik untuk satu kali supaya tidak pernah diingatkan lagi.
Alkitab mengajar kepada kita seperti orang tua kita yang ingin memberikan yang terbaik untuk kita dan akan memberikan kepada kita apa yang akan kita minta, Tuhan atau Bapa kita yang disurga, selalu mendengar dan menjawab permintaan kita. Terkadang kita meminta kepada Tuhan untuk sesuatu satu kali dan tidak pernah diingatkan lagi. Mungkin menunjukkan ketidak sabaran kita. Ketika kita meminta untuk sesuatu, kita ingin Allah berkata “ia” dan kita ingin dia untuk memberikan sekarang juga! Yesus berkata bahwa kita harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Mungkin Allah hanya menginginkan kita untuk menunjukkan bahwa kita sungguh-sungguh serius tentang apa yang kita minta kepadaNya. Itu berarti bahwa jika tetap meminta sesuatu secara terus menerus Allah akan selalu memberikan kepada kita ? Tidak, tetapi dia mencintai kita dan ingin memberikan terbaik untuk kita, dan dia akan menjawab ya jika dia mau.

Permainan
( untuk membantu anak mengingat ayat hafalan )
Gunting sebuah kertas menjadi 3 bagian dengan setiap bagiannya bertuliskan mintalah --- carilah --- ketuklah.
Ajak anak-anak untuk mengingat respon untuk ketiga kata tersebut, “mintalah” responnya (maka akan diberikan), “carilah” responnya (maka kamu akan mendapat) dan “ketuklah” responnya (maka pintu akan dibukakan bagimu).
Angkat secara acak tulisan di kertas-kertas yang ada dan mintalah respon pada keseluruhan atau per anak.

2 komentar:

Setphene Tomi said...

im follow here :) akan update cerita sekolah minggu dalam blog ni..terima kasih

Elsa Yosefin said...

Sangat bermanfaaat