Translate

Sunday, June 17, 2007

Displin Diri - Cerita Sekolah Minggu

DISIPLIN DIRI
Tujuan Pelajaran
- Supaya anak-anak lebih bisa mengikuti peraturan yang ada disekitar mereka
- Melatih kemandirian mereka, seperti bangun pagi tidak perlu di bangunin lagi. Khususnya yang sudah SMP (aplikasi dalam keseharian).
- Melatih kedewasaan berpikir. (mereka melakukan disiplin, bukan karena takut dihukum. Tapi, mereka sadar manfaatnya di masa depan).

Cerita Alkitab
Keluaran 20:1-17

“Waduh enak ya kalo misalnya kita hidup pada jaman dahulu, tidak ada sekolah, tidak ada peraturan baik dirumah maupun di sekolah, aaaah ingin rasanya hidup pada jaman dahulu.” Keluh Andi.
Tidak bisa dipungkiri ada beberapa anak jaman sekarang berpikir seperti itu. Tapi, tunggu sebentar !!! apa bener jaman dahulu seperti yang Andi impikan ?
Tadi baru saja kita membaca 10 perintah Allah, 10 perintah ini adalah 10 peraturan bangsa Israel agar bangsa Israel mau displin. Bukan hanya ini saja loh peraturannya, perlu dicatat bangsa Israel ternyata memiliki 514 peraturan lainnya !!! ga percaya baca Kitab Kejadian sampai Kitab Ulangan, nah mungkin dan bisa aja nih. Peraturan mereka jauh lebih ketat daripada peraturan kita. Sekarang jika ditanya pada anak-anak sekarang, “peraturan apa saja sih yang jadi keluhan mereka semua ?” Jika peraturan dalam sekolah. Jaman dahulu juga sudah ada sekolah, Musa aja sekolah.
Apa iya ? tentu, Musa belajar bahasa Mesir, astrologinya Mesir, dewanya mesir, juga dia diajari Allahnya dan bahasa Ibrani oleh mamanya yang menyamar menjadi pengasuh.
Nah, bukan hanya Musa yang belajar, semua bangsa Israel juga belajar. Belajar apa ? belajar hukum Tuhan, kalau ga percaya coba deh baca Ulangan 6 : 7. Belajarnya ketat-an mana ? terus bangsa Israel juga dapet loh hukuman kalau ga taat.
Kita ga ngerjain pr atau melanggar peraturan sekolah pasti dihukum ama guru, bangsa Israel juga kena hukum loh. Hukuman bangsa Israel kayanya jauh lebih sadis daripada kita loh, apa aja sih ? Macem-macem, ada yang dinasehati, ada yang langsung meninggal, ada yang kena penyakit sampar, bala kelaparan, tidak turun hujan, dibuang kepembuangan dan kalah oleh bangsa lain. Tapi, bangsa Israel tidak kecil hati mereka terus belajar untuk mencapai pendisiplinan Allah. Terus bagaimana dengan kita ? Perlu dicatat nih peraturan-peraturan yang diciptakan sebenarnya bukan untuk mengekang kita, tapi membuat kita menjadi lebih berguna. Semua yang menciptakan peraturan sebenarnya bukan menginginkan kita menjadi robot yang harus mengikuti semua itu. Bukan, tapi mereka menginginkan kita menjadi lebih mandiri, menjadi lebih dewasa dan semua itu sangaaaaaaatttt-sangaaaaaaaaatttt bermanfaat buat masa depan kita. Jadi temen-temen mau nga kita belajar disiplin?

Ayat Hafalan
II Tesalonika 3:10,”.....................Jika seseorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan”


Cerita Aplikatif
“Disiplin diri? Hih....kesannya kejam, galak, nggak buatku deh. Bayangkan saja masa muda adalah masa terindah lantas haruskah kita “membunuhnya” dengan cara mendisplin diri? Dan terkesan ngekang banget....”.
Benarkah ide seperti itu ???. Masa muda, disiplin diri tidak sama dengan menghukum diri. Disiplin diri lebih berarti dalam diriku ada sesuatu yang perlu aku batasi dan aku mau hidupku dibatasi oleh aturan. Kenapa demikian? Karena kita hidup bermasyarakat, bersosial, tanpa disiplin semua akan kacau.
Bayangkan sejenak kalau semua anak-anak seumuran kita di Jakarta pada hidupnya ngak disiplin. Bayangkan yah. Semua anak-anak muda bangun pada kesiangan, trus naik angkot pada mau di atapnya, masuk kelas suka-suka, bahkan bisa tidur lagi dalam kelas. Di gereja, mereka pada ngobrol, makan permen karet, buang sampah sembarangan, tawuran antar pengurus. Di rumah, sepatu bisa di atas meja makan, baju digulung-gulung entah kotor atau bersih semua masuk dalam lemari......lemari es!. Terus melakukan percobaan bakar rumah sendiri sesudah itu lari dan tidur dikolong jembatan.
Apa jadinya? Ingin teriak kan? Karena bukan kita yang kacau, semua anak muda pada kacau. Mau jadi apa?
Alkitab jelas sekali ngomong, “jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan”. Apa maksudnya? Apakah suruh kita pada kerja semua nggak sekolah? Bukan itu! Artinya setiap orang perlu bekerja, entah dalam arti bekerja di kantor, bekerja belajar kalau ia pelajar, semua harus berkarya sesuai bidangnya saat ini. Untuk melakukan semua itu perlu ada disiplin diri. Mulai bangun pagi dengan disiplin, sekolah sampai malam mau tidur semua harus disiplin. Inget ya.
Terus tambahan lagi Paulus juga katakan bahwa segala sesuatu diperbolehkan tetapi bukan segala sesuatu berguna. (1 Kor 10:23). Kalau boleh Laoshi mau bertanya, mana yang lebih berguna ? ngikutin aturan seperti ngerjain pr dateng kesekolah ga telat dan sebagainya supaya naik kelas dan demi masa depan atau ga usah ikutin peraturan terus kena hukum dan sampai umur 19 tahun masih duduk di kelas 6 SD karena ga naek-naek kelas terus? Laoshi cuman bilang belajar displin diri itu ga rugi kok, nanti manfaatnya kalian juga yang terima. Inget ya pilihan ada ditangan kita, mau seperti apa nantinya masa depan kita. Semua ada ditangan kita….

Yel-Yel
My Future …. I don’t Fear
Aktifitas ( Puzzle )


Tujuan Aktifitas :
Membantu anak-anak memahami bahan cerita pendisiplinan diri

Sasaran Aktifitas :
Melatih anak-anak mulai mengaplikasikan pendisiplinan, dari hal yang kecil. Yakni pikiran.

Aktifitas ( Puzzle )
Ambillah sebuah gambar Kristen, gunting menjadi beberapa bagian, (atau bisa juga memakai puzzle yang ada dipasaran) bagi kesetiap anak dan beri waktu dalam penyusunannya. Perhatikan anak-anak yang tidak displin (seperti ngobrol saja tidak mengerjakan, mencari alasan untuk meninggalkan kelas, bengong, sibuk dengan hal yang lain, dsb.)


Pertanyaan Pemacu Kom-Sel
Fasilitator hanya memberikan pertanyaan-pertanyaan ini dan biarkan mereka lebih banyak menjawab dan sharing. (ini hanya pertanyaan pancingan tidak terlalu difokuskan, ada atau tidak “tidak menjadi masalah“)
- Bagaimana reaksi mereka dengan Renungan tentang membaca Alkitab ?
- Pernahkah mereka memiliki kesan dengan saat teduh mereka ?
- Apa tanggapan mereka tentang kebiasaan bersaat teduh ?

No comments: